Langsung ke konten utama

Release Musyawarah FIM Banten


Musyawarah Besar Forum Indonesia Muda Regional Banten
“Muda Bergerak”
Forum Indonesia Muda Regional Banten (FIM Banten) sebuah organisasi independen yang berbasis pemberdayaan pemuda yang tersebar diberbagai regional di Indonesia telah mempersatukan pemuda pemudi terbaik bangsa, melalui Pelatihan Wilayah III di BLK Karanganyar, Solo pada Bulan Juli 2018 lalu telah melahirkan kader kader yang sudah terseleksi se-Indonesia, untuk dapat mendedikasikan dirinya untuk ikut serta dalam pembangunan Bangsa khususnya Banten kedepannya atau kerap kali disebut sebagai Kader Next gen. pasca pelatihan wilayah tersebut FIM Banten telah mengadakan Bedah Buku sekaligus Workshop Kepenulisan bagi para pemuda yang tertarik dalam dunia literasi untuk turut serta berkontribusi melalui tulisan-tulisannya. Kegiatan selanjutnya FIM Banten melakukan kegiatan Musyawarah Besar  Forum Indonesia Muda (FIM) Banten I pada tanggal 15 Desember 2018 dari pukul 10.00-13.00 WIB di BI Corner Perpustakaan Daerah Provinsi Banten.
Puji syukur kami ucapkan atas terlaksananya kegiatan ini, Kegiatan wajib dalam menentukan kepemimpinan FIM Banten ini bertujuan untuk membangun internalisasi yang kuat, menciptakan struktur organisasi yang jelas serta mengeratkan silaturahmi antar Alumni dan anggota FIM Banten itu sendiri.
Acara ini dibuka oleh ka Idho Meilano selaku demisioner Kordinator Regional FIM Banten dan memulai sesi musyawarah dengan memaparkan rekam jejak FIM Banten dan tantangan kedepannya. musyawarah tersebut melahirkan dua kandidat terkuat yaitu Irfan Gian Pratama (Ekonomi Syariah, UIN SMH Banten 2015) dan Siti Kholisoh Ahyani (Ilmu Pemerintahan, UNTIRTA 2015) kemudian dilanjutkan oleh sesi kedua yaitu pemaparan kesiapan dan Visi Misi FIM Banten kedepannya.









                                                           








Dengan berakhirnya sesi kedua tersebut terpilihlah Irfan Gian Pratama sebagai Kordinator Regional FIM Banten 2019, dan Siti Kholisoh Ahyani sebagai Wakil Kordinator FIM Banten 2019.  kemudian  dilanjutkan proses pembentukan BPH FIM Banten.
“Alhamdulillah, awalnya saya tidak mengira bahwa akan terpilih menjadi Koordinator  Regional FIM Banten. Tapi ini adalah hasil Musyawarah bersama. Saya yakin sebagaimanapun hasil mubes ini, tentulah lebih baik daripada hasil pandangan individu. Saya juga selalu mengatakan bahwa yang terpilih belum tentu yang terbaik dan yang tidak terpilih belum tentu tidak baik. Oleh karenanya, saya meminta kepada teman-teman FIM Banten dari Alumni sampai yang akan membersamai untuk terus bersama mendukung, mengarahkan, dan memberi masukan demi terwujudnya FIM Banten yang lebih baik. Saya tidak bisa sendiri dan butuh dedikasi teman-teman semua. Sekali lagi terima kasih atas kepercayaan ini. Semoga saya dapat mengemban amanah ini dengan baik satu tahun ke depan..” ungkap Irfan saat sambutan perdana sebagai Kordinator FIM Banten 2019.
“Harapannya Semoga FIM Banten kedepan bisa terus memberikan kontribusi yang nyata dalam pembangunan sumber daya manusia yang baik khususnya para pemuda Banten.” Tutup Idho.

Salam hangat, Aku Untuk Bangsaku. 
(Hanni Sunardi)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Remahan Tugas Sospol

Pentingnya Pendidikan politik  Bagi Pemilih Pemula Siti Kholisoh Ahyani IP'15 Menengok dari hiruk pikuk berbagai persoalan di tanah jawara ini, saya merasa tertarik untuk menganalisis kesadaran politik masyarakat banten khususnya bagi para pemilih pemula. Alasan saya ingin mengambil analisis terhadap pemilih pemula ini yaitu, potensi suara yang patut dipertimbangkan oleh partai politik s ebanyak 337.968 atau 4,50 % bagi pemilih pemula di daerah banten [1] , tentu saja pemilih pemula tidak bisa dipandang sebelah mata. Pemilih pemula adalah pemilih yang baru pertama kali menggunakan hak pilihnya dalam kesempatan memilih pemimpin baik di daerah,provinsi, ataupun ditingkat nasional. Pemilih pemula bisa dari kalangan remaja SMA,  mahasiswa ataupun pekerja muda yang berada pada usia 17-20 tahun. Siswa atau remaja pada umumnya memiliki suatu sistem sosial yang seolah-olah menggambarkan bahwa mereka mempunyai “dunia sendiri”. Dalam sistem remaja ini terdapat kebudayaan yang ...

BUKU HARIAN AYAH

Tangerang, 22 April 2018 Hari ini adwi nemuin buku harian abi, sederhana memang hanya sisa buku pelajaran yang sudah tak terpakai yang memang sudah terlihat usang. Kulihat bait baitnya sungguh membuat aku menangis.   Bagaimana tidak? Hanya sebuah cerita Durian yang mungkin bagi sebagian orang adalah hal-hal kecil, namun sangat membekas dihati. Seingatku kala itu aku yang biasa pulang sekolah langsung ke kantor abi dan menunggu abi disana, dengan niat ingin pulang bersama. Pukul 23.00 tepatnya aku dan abi pulang, namun seketika aku bingung tiba-tiba abi memberhentikan motornya tepat ditukang durian yang memajangkan durian murah sekitar 10-20rban, tanpa pikir panjang abi langsung memilah dan memilihnya. Sedap memang wanginya buah itu, lekas abi membungkusnya 6 buah durian dengan uang yang ia dapatkan dari mengajar ngaji sekitar Rp 200k seingatku, dengan kecepatan yang sangat maksimal aku rasa abi ingin segera tiba dirumah untuk makan buah itu bersama keluarga. Namun keti...

AKU UNTUK BANTEN

Dahulu jika mendengar kata “Banten” yang terlintas dalam benak saya adalah sebuah konotasi Negatif yang mencirikan daerah ketertinggalan,Korupsi dsb.  padahal  jika merujuk pada demografi, saya pun masih termaksud kedalam bagian darinya, Namun kala itu saya yang angkuh selalu enggan untuk mengakuinya, hingga pada akhirnya titik balik pada kehidupan saya memaksa saya untuk menempuh kuliah di serang, dan dipertemukan dengan berbagai macam orang dengan berbagai pemikiran yang mengangumkan.  Dengan segala keindahan Banten yang memukau,  meningkatkan kecintaan saya terhadap banten. akan tetapi tidak hanya kelebihan pula yang saya temukan, Anak-anak putus sekolah,Kriminalisasi,Angka kemiskinanpun masih banyak saya temui hanya saja mampu untuk saya minimalisir konotasi negative tersebut. Atas dasar hal tersebut saya belajar dengan firman Allah SWT yaitu “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal...