Langsung ke konten utama

BERPRESTASI ITU MUDAH







Perkenalkan namaku Siti Kholisoh Ahyani biasa orang memanggilnya Hanni, aku adalah anak kedua dari 6 bersaudara. Keluarga kami sungguh sederhana dan aku sangat bersyukur karena segala pencapaian terbesar dalan hidupku selalu ada andil restu keluargaku. Pencapaian pertama terbesar menurutku adalah ketika aku masih kelas 3 SD, ssaat dimana di daerah kami tiadanya perpustakaan entah itu disekolah atau di desa. Akhirnya muncullah keisenganku mencetuskan membuat perpustakaan yang diAamiini oleh riri sahabatku dan teh zia kakakku. Akhirnya kami mengumpulkan semua buku bacaan yang kami punya, sebetulnya aku dengan dibantu kedua orangtuaku. Alhamdulillah kami banyak mendapatkan donasi buku dari berbagai relasi hingga terbentuklah perpustakaan kecil yang menempati halaman kecil di rumahku, setidaknya perpustakaan kecil ini sedikit berguna bagi anak anak di desa kami. Tak puas hanya membentuk perpustakaan aku ingin anak anak disekitarku pun menjadi anak anak yang produktif,anak anak yang peduli lingkungan sekitarnya, hingga terbentuklah grup Nge-Bolang, Nge-Bolang adalah kegiatan rutin mingguan aku bersama teman-teman menyusuri alam alam yang ada disekeliling kami guna meningkatkan rasa syukur kami terhadap sang pencipta,serta meningkatkan rasa memiliki dan mmencintai terhadap tanah air.

pencapaian terbesar kedua menurut aku adalah ketika aku harus melanjutkan ke SMAN yang jauh dari ekspektasi ku, aku sangat bersyukur karena di SMAN tersebut aku belajar banyak hal termaksud kehidupan, karena sistem sekolah yang salah tersebut membuat aku harus menjadi mandiri dan melihat setiap sebuah cobaan sebagai rasa cinta tuhan kepadaku. di SMAN tersebut aku belajar bersyukur akan nikmat tuhan.

pencapaian terbesar ketiga menurut aku adalah ketika aku bisa menemukan teman-teman baik yang mau berjuang bareng bersamaku untuk membuat team pejuang PTN yang merelakan waktu belajar dan istirahat nya ntuk mencari password SNMPTN, Bidikmisi dan kemudian menginput input datanya, hingga akhirnya dari sekolah kami lolos 3 orang di SNMPTN yang sebelumnya tidak pernah ada yang lolos ke PTN. aku sangat bangga dengan team aku karena dari ketiga orang yang lolos tersebut tidak ada satupun dari kami yang lolos di SNMPTN. dan aku bersyukur dari ketiga nama tersebut satu diantaranya adalah ketua osis angkatan aku yang selalu direndahkan oleh angkatan lain. dan satu diantara yg lolos adalah teman aku dari jurusan IPS yang selama ini tidak pernah ada yang lolos ke PTN.

pencapaian ke empat terbesar menurutku adalah ketika aku bisa mendapatkan PTN(Universitas Sultan Ageng Tirtayasa) awalnya aku masih kurang menerima karena PTN tersebut bukanlah PTN yang aku inginkan namun perlahan tuhan seakan memberikan petunjuk bahwa aku harus mensyukuri nikmat tersebut karena di PTN ini aku mendapatkan beasiswa yang sangat membantu perkuliahanku. dan aku bersyukur jika aku tidak mendapatkan PTN tersebut mungkin aku tidak akan kuliah dan kalaupun aku kerja aku tidak memiliki ijazah karena ijazah aku masih ditahan oleh sekolah karena angsuran ke sekolah yang belum terlunasi.

pencapaian terbesar kelima menurut aku adalah ketika aku bersama rekanku Hafidz salah satu mahasiswa UNPAD membuat sebuah gerakan yang bernama Gerakan Banten Pintar yang dimana tujuan dari gerakan ini adalah sebagai fasilitator SMA yang terbilang SM3T yang sebelumnya di SMA tersebut tidak ada yang melanjutkan kuliah bahkan untuk lanjut ke SMA tersebut saja sekolah harus melakukan metode jemput bola agar siswa-siswi SMP di daerah tersebut mau melanjutkan sekolah ke SMAN tersebut. kegiatan ini merupakan kegiatan ke volunteeran selama seminggu di SMAN 17 kab. Pandeglang. puji syukur dari kegiatan ini yang semula SMA tersebut tidak ada yang lolos PTN alhamdulillah kini kabar terakhir dari anak didik kami sudah ada 6 yang keterima pada PTN dari berbagai jalur.

Pencapaian terbesar ke-Enam menurut aku adalah ketika aku bisa mengajak keluargaku yang terbilang keluarga besar berkeliling Jakarta dengan low budget, mengajak orang-orang yang aku sayangi untuk sama-sama melihat dunia luar.

Pencapaian terbesar ke--tujuh menurut aku adalah ketika aku dinyatakan lolos dalam Forum Indonesia Muda 20 setelah 3 Tahun berturut-turut aku mencoba namun gagal, dalam hal ini aku percaya, jika gagal coba lagi, berinstropeksi dan belajar dari kesalahan. Siti hajar aja 7 kali gagal baru menemukan zam-zam, aku amah apa attuh belum ada apa-apanya dari beliau J

Pencapaian terbesar ke-delapan menurutku adalah ketika aku bisa melewati berbagai masalah yang menghadang di kehidupanku, masalah yang mampu meninggikan levelku. Mendekatkanku pada rabbku, karena kupercaya masalah sebagai wujud cinta Rabbku padaku.

prestasi/pres·ta·si/ /prĂ©stasi/ n hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan, dikerjakan, dan sebagainya) jika mengacu pada makna prestasi yang terdapat pada KBBI menurutku, aku sudah berprestasi, begitupula kalian. Kalian yang merasa kecil tidak dapat menjadi mahasiswa berprestasi di kampusnya terlalu sempit rasanya jika mengartikan prestasi hanya dari wujud kompetisi. Kamu berprestasi loh ketika kamu menjadi dewasa dalam bersikap yang mungkin teman-temanmu tidak sepertimu, temanmu depresi ketika dibenturkan dalam masalah, tapi kamu? Kamu hebat! Kamu mampu melewati itu. Itulah sebabnya bahwa setiap orang adalah guru, dan setiap tempat adalah sekolah. berprestasi itu mudah bukan? hehe

x

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Remahan Tugas Sospol

Pentingnya Pendidikan politik  Bagi Pemilih Pemula Siti Kholisoh Ahyani IP'15 Menengok dari hiruk pikuk berbagai persoalan di tanah jawara ini, saya merasa tertarik untuk menganalisis kesadaran politik masyarakat banten khususnya bagi para pemilih pemula. Alasan saya ingin mengambil analisis terhadap pemilih pemula ini yaitu, potensi suara yang patut dipertimbangkan oleh partai politik s ebanyak 337.968 atau 4,50 % bagi pemilih pemula di daerah banten [1] , tentu saja pemilih pemula tidak bisa dipandang sebelah mata. Pemilih pemula adalah pemilih yang baru pertama kali menggunakan hak pilihnya dalam kesempatan memilih pemimpin baik di daerah,provinsi, ataupun ditingkat nasional. Pemilih pemula bisa dari kalangan remaja SMA,  mahasiswa ataupun pekerja muda yang berada pada usia 17-20 tahun. Siswa atau remaja pada umumnya memiliki suatu sistem sosial yang seolah-olah menggambarkan bahwa mereka mempunyai “dunia sendiri”. Dalam sistem remaja ini terdapat kebudayaan yang ...

BUKU HARIAN AYAH

Tangerang, 22 April 2018 Hari ini adwi nemuin buku harian abi, sederhana memang hanya sisa buku pelajaran yang sudah tak terpakai yang memang sudah terlihat usang. Kulihat bait baitnya sungguh membuat aku menangis.   Bagaimana tidak? Hanya sebuah cerita Durian yang mungkin bagi sebagian orang adalah hal-hal kecil, namun sangat membekas dihati. Seingatku kala itu aku yang biasa pulang sekolah langsung ke kantor abi dan menunggu abi disana, dengan niat ingin pulang bersama. Pukul 23.00 tepatnya aku dan abi pulang, namun seketika aku bingung tiba-tiba abi memberhentikan motornya tepat ditukang durian yang memajangkan durian murah sekitar 10-20rban, tanpa pikir panjang abi langsung memilah dan memilihnya. Sedap memang wanginya buah itu, lekas abi membungkusnya 6 buah durian dengan uang yang ia dapatkan dari mengajar ngaji sekitar Rp 200k seingatku, dengan kecepatan yang sangat maksimal aku rasa abi ingin segera tiba dirumah untuk makan buah itu bersama keluarga. Namun keti...

AKU UNTUK BANTEN

Dahulu jika mendengar kata “Banten” yang terlintas dalam benak saya adalah sebuah konotasi Negatif yang mencirikan daerah ketertinggalan,Korupsi dsb.  padahal  jika merujuk pada demografi, saya pun masih termaksud kedalam bagian darinya, Namun kala itu saya yang angkuh selalu enggan untuk mengakuinya, hingga pada akhirnya titik balik pada kehidupan saya memaksa saya untuk menempuh kuliah di serang, dan dipertemukan dengan berbagai macam orang dengan berbagai pemikiran yang mengangumkan.  Dengan segala keindahan Banten yang memukau,  meningkatkan kecintaan saya terhadap banten. akan tetapi tidak hanya kelebihan pula yang saya temukan, Anak-anak putus sekolah,Kriminalisasi,Angka kemiskinanpun masih banyak saya temui hanya saja mampu untuk saya minimalisir konotasi negative tersebut. Atas dasar hal tersebut saya belajar dengan firman Allah SWT yaitu “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal...