Meluruskan Niat
Tangerang,
11 Nopember 2018
Awal tahun 2017 ka john
pernah bertanya ke gue sebuah pertanyaan yang dipertanyakan nanti ketika ia
ingin mendaftar menjadi staff SOSMAS BEM KEMA UNPAD 2017, masih teringat jelas
pertanyaan itu katanya “han kenapa sih lu seneng banget ikut kegiatan social?
Menurut lu gue harus jawab apa kalau gue ditanya alasan untuk gabung di
kementrian ini?”
Dengan jelas gue jawab
“gue seneng banget ikut kegiatan social karena gue merasa itu sebagai re-charge
buat diri gue ka, selain ibadah ikut kegiatan social itu sebagai wujud syukur
gue untuk terus setidaknya bermanfaat buat orang lain dan kalau gue ditanya
kenapa gue mau gabung dikementrian itu, gue khawatir ka kelak ketika gue
meninggal dan dimintai pertanggung jawabannya eh ternyata semua yg gue lakuin
gada yang bermanfaat. gini deh simpelnya, ilmu gue gaseberapa, karya yang gue
hasilkan pun belum ada terus ketika gue meninggal nanti apa amalan yaumiah gue
yang bisa menolong gue nanti? Kalau penulis bisa terkenang oleh masyarakat
karena tulisannya, lah kalau gue apa attuh? Sejak dari situ gue berfikir untuk
memiliki hobby yang bermanfaat buat orang lain, salah satunya berkegiatan
social ya walaupun tidak memiliki impact besar dan banyak orang yang sudah
melupakannya karena minim benefit tapi hanya ini aksi nyata yang bisa gue
berikan untuk bermanfaat ka. Dengan gue bisa diijinkan untuk bergabung dalam
kementrian ini semoga gue terus bisa bermanfaat buat masyarakat dan lingkungan
sekitar. Dan Alhamdulillah respon ka john sangat baik atas saran yang gue
berikan.
Yaps, semakin
berjalannya waktu gue dipertemukan dengan berbagai macam orang-orang yang
berpengaruh di kampusnya atau setidaknya ia berpengaruh di daerahnya. So far
mereka keren-keren gais, sebagai manusia biasa gue merasa tertantang untuk bisa
menyepadankan diri untuk bisa seperti mereka. Memegang amanah-amanah agar gue
bisa bersinergis bersama mereka, Banyak yang menginginkan memiliki posisi
sebagai gue yang aktif, waktu itu gue emang merasa senang jika gue bisa menjadi
inspirasi bagi orang lain. Akan tetapi posisi gue seperti dua mata pisau disatu
sisi gue senang atas pencapaian gue tapi disatu sisi pencapaian gue itu tidak
semudah yang gue kira, amanah yang gue
terima berbeda dengan yang teman-teman gue terima mereka dibantu dengan SDM
yang memang mencukupi dan berkualitas dan berbanding terbalik dengan gue yang
memang bisa dikatakan harus membangun iklim baru dengan SDM yang kurang memadai.
Yaps, seolah gue mencari pembelaan buat diri gue sendiri. Gue semakin hari
semakin resah, tertekan, merasa ingin hilang entah kemana. Ingin pindah
kesebuah tempat yang tidak banyak orang mengenal gue, yaps gue seperti pengecut
yang sedang melarikan diri. Berkali-kali
gue menyalahkan diri gue, berkonflik dengan diri gue yak karena gue bukan
seorang pengecut, bahkan hanya ingin tertidur dengan waktu yang cukup lama. Gue
nangis gue gamau kaya gini lagi, gue
ingin kembali menjadi diri gue yang apa adanya, gue ingin gapeduli lagi tapi
gue gabisa, ini jalan yang gue pilih.
Subuh itu gue merasa haus akan siraman rohani, gue
sebagai pribadi yang cukup tertutup untuk menceritakan apa yang gue rasakan ini
mencari siraman rohani di youtube, gue butuh sesuatu untuk mengembalikan
semangat gue lagi, gue yang semula memang sering membuka kajian Ust.Hanan
Attaki Lc. Langsung mencarinya, tak terasa air mata deras mengaliri pipi dan
membanjiri bantal gue (yaps gue nontonnya sambil tiduran soalnya ehehe)
Gue
nangis karena gue takut apa yang gue lakuin ternyata sia-sia, karena di dalam
hati kita masih menyimpan sifat sombong, gue takut amalan yang gue pikir sudah
cukup ternyata pas di yaumul hisab nanti amalan kebaikan gue lebih rendah dari
pada keburukan gue, karena ternyata selama ini segala kebaikan gue diawali dengan niat yang
tidak baik, dengan niat agar gue bisa seperti temen-temen gue, sehingga gue
sibuk memperbaiki citra diri ketimbang manfaat diri, yang sebelumnya memang menjadi tujuan hidup gue. Yaps, gue sekarang
sadar kenapa selama ini gue merasa ga tenang, kenapa selama ini gue merasa
ingin hilang entah kemana karena memang niat gue sempat salah, tujuan untuk
bermanfaat bagi orang lain dan terus ber-fastabiqul khoirot perlahan mulai
melenceng dengan perasaan butuh pengakuan dari orang lain. Gue sadar, gue
nangis, gue takut karena niat gue sudah melenceng dan sudah tidak semata-mata
karena Allah SWT. Gue memohon ampun yang sangat, dan gue akan mecoba memulainya
kembali dan menuntaskannya karena Allah SWT dengan meluruskan niat. Teman mohon
doakan hanni agar tetap terus memperbaiki diri, tetap beristiqomah di jalan-Nya
dan semoga tetap dalam lindungan Allah SWT. Dan semoga doa terbaik berbalik
juga kepada kalian :’)
Kesimpulannya niat
memang tidak terlihat, hanya kita yang mengetahui apa yang menjadi tujuan
awalnya, dan teruslah melurukan niat, karena menjaga ideology dan tetap terus
beristiqomah sungguh berat, tapi ingat Allah maha tau apapun yang menjadi
kesanggupan hamba-Nya. Semangat Menebar Manfaat :”)
Komentar
Posting Komentar